Sabtu, 08 Juni 2013

AGROFORESTRY



SISTEM PERTANIAN TERPADU
AGROFORESTRY



SAHARUDDIN
211 160 024













FAKULTAS PERTANIAN, PETERNAKAN, DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2013







BAB I
PENDAHULUAN
   A.    Latar Belakang
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia, terbukti kopi Gayo dari Aceh tercatat sebagai kopi termahal di dunia mengalahkan kopi brazil yang terkenal itu, karena aroma dan rasanya banyak diminati oleh orang diseluruh dunia dan menjadi minuman dunia. 
     Manfaat kopi dapat dirasakan sebagai penambah energi, menjaga mood bahkan bisa mencegah serangan jantung dan stroke, hanya jika diminum dalam kadar yang wajar, dua sampai tiga gelas sehari cukup untuk membuat tubuh kita bugar.
Untuk mengefesiensikan lahan kopi yang digunakan maka dilakukan metode penanaman secara tumpang sari, (Tumpang sari kopi dengan kacang tanah). Metode tumpang sari merupakan suatu metode penanaman yang dilakukan pada satu lahan dengan melibatkan berbagai jenis tanaman. 
      Kacang tanah (Arachis hypogea L) merupakan tanaman palawija yang tergolong pada family Leguminoceae subs-famili Papilionoideae yang membentuk polong (buah) di dalam tanah serta termasuk tanaman berumur pendek sehingga tanaman ini tergolong tanaman yang cepat menghasilkan serta cara pemeliharaannya mudah dilakukan (Aak, 2003).
Kacang tanah merupakan salah satu bahan pangan dan industry. Kacang tanah dapat dikonsumsi sebagai sayur atau makanan ringan yang digoreng atau direbus. Tanaman ini biasanya ditanam di sawah atau tegalan secara tunggal atau ganda dalam sistem tumpang sari (Marzuki, 2007).
Di Indonesia produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya, menempati urutan kedua setelah kacang kedelai. Meskipun demikian terus di upayakan berbagai usaha untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kacang tanah
   B. Rumusan Masalah
          1.      bagaimana cara tumpang sari kopi dengan kacang tanah ?
          2.      apa keuntungan tumpang sari bagi kedua tanaman tersebut ?
          3.      Bagaimana cara memanfaatkan biomassa ?
          4.      Analisis usaha tani !
   C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui sistem agroforestry.
2.      Untuk mengetahui analisis usaha tani.
3.      Untuk mengetahui pemanfaatan biomassa
   D. Manfaat
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah yang berjudul “Fungi dan Peranannya” yaitu sebagai berikut:
         1.      Manfaat bagi Penulis
Dengan penulisan makalah ini, penulis mendapat  pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang sistem tumpang sari tanaman.
         2.      Manfaat Umum
Dapat dijadikan bahan  referensi  dan sumber informasi bagi pembaca, terutama bagi kalangan pelajar. pembaca mendapatkan informasi tentang agroforestry.






BAB II
PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN AGROFORESTRY
Agroforestri adalah budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim). Pengertian agroforestri seperti di atas merupakan pengertian sederhana karena agroforestri dapat diartikan lebih luas lagi dengan pengabungan sistem budidaya kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan. Agroforestri merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris "Agroforestry" yaitu Agro berarti pertanian dan Forestry berarti Kehutanan. Agroforestri dikenal juga dengan istilah "Wanatani" yaitu gabungan kata Wana berarti Hutan dan Tani atau Pertanian.
B.  TUMPANG SARI KOPI DAN KACANG TANAH
1.  TANAMAN KOPI
Pada dasarnya untuk usahatani dan budidaya kopi melalui kegiatan Perluasan, Peremajaan dan Rehabilitasi adalah sama seperti pada kegiatan penanaman baru, yaitu :
1.  Syarat Tumbuh
·         Lokasi
ü  Letaknyas terisolir dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter.
ü  Lahan bebas hama dan penyakit
ü  Mudah pengawasan
·         Tanah
ü  PH tanah             : 5,5 – 6,5
ü  Top Soil              : Minimal 2 %.
ü  Strukrur tanah    : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.
·         Iklim
ü  Tinggi tempat     : 800 – 2000 m dpl
ü  Suhu                   : 15º C - 25º C.
ü  Curah hujan         : 1.750 – 3000 mm/thn
                                           Bulan kering 3 bulan
2.  Bahan Tanaman
Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :
ü  Sumber benih                  : Harus berasal dari kebun induk atau
                                              perusahaan yang telah ditunjuk.
ü  Umur bibit                      : 8 -12 bulan
ü  Tinggi                             : 20 -40 cm
ü  Jumlah minimal daun tua   : 5 – 7
ü  Jumlah cabang primer      : 1
ü  Diameter batang             : 5 – 6 cm
Kebutuhan bibit/ha
·         Jarak tanam                    : 1,25 m x 1,25 m
·         Populasi                           : 6.400 tanaman
Untuk sulaman                      : 25 %
3.  Penanaman
a.    Jarak Tanam
Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :
ü  Segi empat       : 2,5 x 2,5 m
ü  Pagar                : 1,5 x 1,5 m
ü  Pagar ganda      : 1,5 x 1,5 x 3 cm
b.    Lobang Tanam
ü  Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.
ü  Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat.
ü  Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.
ü  Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.
ü  2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20  kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.
ü  Tanah urugan jangan dipadatkan.
Penanaman
ü  Penanaman dilakukan pada musim hujan
ü  Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.
2.  TANAMAN KACANG TANAH
a)    Varietas
·         Benih yang digunakan adalah benih yang berasal dari varietas unggul nasional yang mempunyai potensi hasil tinggi seperti Gajah, Macan, Kidang, Biawak, Kancil, Turangga dll.
·         Pemilihan varietas sebaiknya selain memperhatikan produksinya dan adaptasinya terhadap lingkungan juga memperhatikan kebutuhan pasar. Untuk kacang garing misalnya lebih baik digunakan varietas berbiji dua dengan bentuk biji dan polong yang bagus seperti Jerapah, Kancil, dan Tuban.
·         Kebutuhan benih tergantung pada ukuran biji sekitar 80 kg biji/ha atau 120 kg polong/ha dengan daya tumbuh benih lebih 80 %.
b)   Penyiapan Lahan
·         Tanah dibajak 2 kali sedalam 15-20 cm, lalu digaru, dan diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma dan dibuat bedengan selebar 3-4 meter.
·         Antar bedengan dibuat saluran drainase dalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai saluran irigasi pada saat kering.
c)    Penanaman
·         Penanaman dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 40 x 10 cm, satu biji per lubang sehingga populasi tanaman sekitar 250.000 tanaman.
·         Penanamanjugadapatdilakukan secara baris ganda (50 cm x 30 cm) x 15 cm, satu biji per lubang.
·         Penanaman dengan cara ditugal, kedalaman lubang tanam 3-5 cm. Lubang tanam ditutup dengan tanah.

C.  SISTEMATIS TUMPANG SARI DAN INTEGRASI TERNAK
1.     PENANAMAN KOPI DAN KACANG TANAH


Gambar diatas merupakan sistem tumpang sari antara tanaman kopi dan tanaman kacang tanah.
Setelah tanah diolah dan diratakan, selanjutnya ditentukan jarak tanam, jarak tanam kopi yang digunakan pada tumpang sari yaitu 100 cm X 50 cm atau 100 cm X 100 cm, memang pada umumnya jarak tanam kopi tidak sejarang itu, namun karena ini merupakan sistim tumpang sari maka jarak tanam diperluas. Sedangkan kacang tanah ditanam disamping tanaman kopi dengan jarak 2 meter untuk. Pada setiap lobang tanam kopi diberikan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/lobang tanam, dan dibiarkan selama 7 hari.
Untuk kacang tanah jarak tanam yang digunakan 20 cm X 20 cm atau 25 cm X 25 cm, cara pembuatan lobang tanam dengan cara di tugal sedalam 3 cm.
Penanaman kopi dilakukan pada sore hari yaitu dengan menanam bibit kopi tepat ditengah-tengah lobang tanam, bibit ditanam sampai leher akar, setelah ditanam ditimbun dengan tanah sambil agak dipadatkan dengan jari. Lalu ditutupi dengan pelepah pisang sebagai sungkup sementara, pelepah pisang dipotong kira-kira 30 cm – 50 cm, lalu dipatahkan pada bagian tengah sampai berbentuk segitiga dan tancapkan ketanah, sehingga tanaman kopi tertutupi.
Untuk kacang tanah penanaman dilakukan dengan cara ditugal sedalam 3 cm, kemudian dimasukkan benih kacang tanah sebanyak 1-2 biji/lobang tanam dan ditimbun dengan tanah yang halus.
2.    PEMELIHARAAN
    1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari sampai tanaman tumbuh kokoh atau selama 7-10 hari setelah tanam yang seharusnya dilakukan pada pagi dan sore hari.
    2. Pemupukan
Bibit yang ditanam diberi pupuk organik dan anorganik supaya tanaman tumbuh dengan baik. Pupuk anorganik yang diberikan pada tanaman kopi yaitu pupuk ZA 5 gr/ lobang tanam dengan dua kali pemberian, pupuk ZK 5gr/lubang tanam, dan pupuk SP 36 5gr/lobang tanaman . Sedangkan untuk tanaman kacang tanah diberi pupuk Urea 1,25 gr/lobang tanam, pupuk ZK 1,5 gr/lobang tanam dan pupuk SP 36 0,9 gr/lobang tanam
    3. Penyiangan dan pengguludan
Pada tanaman kopi penyiangan dan pengguludan dilaksanakan bersamaan yaitu sebanyak 3 kali. Pertama dilakukan 2 minggu setelah tanam, kedua dilakukan 30 hari setelah tanam dan yang ketiga dilakukan pada umur 45 hari setelah tanam. Tujuan dari pengguludan adalah menggemburkan tanah, melancarkan aerase tanah di sekitar perakaran tanaman dan merangsang tumbuhnya akar-akar yang baru. Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma dan tanaman pengganggu disekitar tanaman, agar gulma tidak menjadi tanaman inang bagi hama dan penyakit yang dapat menggangggu tanaman serta dengan dilakukan penyiangan lahan akan terlihat bersih dan indah untuk dipandang.
Pada tanaman kacang tanah juga dilakukan penyiangan dan pengguludan yang waktunya bersamaan dengan kopi. Tujuan pengguludan untuk kacang tanah agar pertumbuhan polong terangsang dan baik, sedangkan tujuan penyiangan tidak jauh beda dengan tanaman kopi.
     4. Pengendalian Hama dan penyakit
Untuk tanaman kopi dan kacang tanah pengendalian hama dan penyakit dilaksanakan bersamaan, yaitu 2 kali seminggu dengan penyemprotan pestisida. Tetapi kita juga bisa mengandalkan agen hayati yaitu hama pada tanaman kopi bisa menjadi predator bagi hama tanaman kacang tanah
3.    CARA MENANGGULANGI SISI NEGATIF TUMPANG SARI
1.     NAUNGAN
Untuk tanaman kacang tanah yang ternaungi oleh tajuk tanaman kopi maka tanaman kopi bisa dilakukan pemangkasan. Tapi hal itu sangat minim kemungkinan untuk terjadi karena jarak tanaman kopi dengan kacang tanah adalah 2 meter.


              
2.    KOMPETISI AKAR
Kompetisi akar bisa terjadi karena akar akar pada tanaman ini saling berlomba untuk mencari unsur hara yang ada didalam tanah tapi hal ini tidak terpengaruh dalam hali ini karena kacang tanah bisa melakukan fiksasi nitrogen diudara. Dengan cara mengaplikasikan bakteri rhizobium.
Cara kerja bakterteri tersebut Terjadinya bintil akar diawali oleh interaksi antara tanaman dan bakteri Rhizobia. Akar tanaman mengeluarkan sinyal yang akan mengaktifkan ekspresi gen dari bakteri yang berperan pada nodulasi. Setelah adanya sinyal tadi, bakteri (Rhizobia) akan mensintesis sinyal yang menginduksi pembentukan meristem nodul dan memungkinkan bakteri untuk masuk ke dalam meristem tersebut melalui proses infeksi. Sinyal‐sinyal kimia yang di sintesis oleh bakteri itu pada dasarnya merupakan asam amino termodifikasi (homoserin lakton) yang membawa subtituen rantai asil yang bervariasi yang disebut asil homoserin lakton (AHL). Melalui pendeteksian dan reaksi terhadap senyawa‐senyawa kimia tersebut sel‐sel tanaman secara individu dapat merasakan berapa banyak sel yang mengelilingi mereka1.
Bakteri Rhizobium merupakan mikroba yang mampu mengikat nitrogen bebas yang berada di udara menjadi ammonia (NH3) yang akan diubah menjadi asam amino yang selanjutnya menjadi senyawa nitrogen yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan Rhizobium sendiri memperoleh karbohidrat sebagai sumber energi dari tanaman inang. Penambatan nitrogen secara biologis diperkirakan menyumbang lebih dari 170 juta ton nitrogen ke biosfer per tahun, 80% di antaranya merupakan hasil simbiosis antara bakteri Rhizobium dengan tanaman leguminosa.
4.    INTEGRASI TERNAK DENGAN TANAMAN KOPI DAN KACANG


Efisiensi usaha ternak dapat ditingkatkan melalui penyediaan pakan yang kontinu dari limbah perkebunan, mudah dan murah diperoleh. Dengan demikian, masalah limbah, baik dari ternak kambing maupun dari kebun/pabrik dapat teratasi.Pengembangan peternakan kambing terkendala oleh penyediaan pakan yang berkualitas, karena semakin terbatasnya lahan untuk penggembalaan dan untuk penanaman hijauan makanan ternak.
Peternakan kambing di sekitar perkebunan kopi dimulai dalam bentuk penggembalaan bebas untuk memanfaatkan ketersediaan hijauan berbentuk gulma di bagian bawah tanaman kopi. Di Indonesia, Pusat Penelitian Kopi secara konservatif tidak menganjurkan penggembalaan, namun perkandangan pada integrasi kambing dengan kopi. Hal ini karena mengganggu pertanaman kopi seperti pengerasan tanah, kemungkinan kambing memakan pelepah muda tanaman sawit yang belum menghasilkan, di samping itu produktivitas kambing relatif rendah karena kurang terkendalinya kualitas dan kuantitas pakan.
5.    PEMANFAATAN BIOMASSA
·         Daun daun dari tanaman kopi dan kacang tanah bisa di jadikan pupuk kompos.
·         Batang tanaman kopi bisa dijadikan kerajinan tangan yaitu bisa membuat pahatan.
·         Kulit kacang kedelai bisa dijadikan makanan ayam dengan cara menghaluskan.
·         Sisa – sisa tanaman kacang setelah dipanen bisa di jadikan pakan ternak seperti sapi.
6.    ANALISIS USAHA TANI
         I.       Analisis usaha tani tanaman kopi
1. Biaya produksi perhektar
a. Benih 70 kg biji @ Rp. 6.000.- Rp. 420.000;
b. Tali rapia 1 roll @ Rp. 10.000,- Rp. 10.000,-
c. Pupuk :
a. Urea 50 kg @ Rp 1.100,- Rp. 55.000,-
b. Sp-36 100 kg @ Rp. 1.650.- Rp. 165.000,-
c. KCL 50 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 52.500,-
d. Tenaga kerja
d. Pembuatan drainase 10 HOK (a) Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-
e. Penanaman 30 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 300.000,-
f. Pemupukan 2 HOK @ Rp. 10 000,- Rp. 20.000,-
g. Penyiangan 40 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 400.000,-
h. Panen 40 HOK @, Rp. 10.000; Rp. 400.000,-
i. Pascapanen 5 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000;
j. Total biaya (1) Rp. 1.972.500,-
2. Penerimaan =2,75 ton @ Rp. 210.000, /kwt Rp. 5.775.000,-
3. Keuntungan =(2)-(1) Rp. 3.802.500,-
4. B/C Rasio = 2,93

  
BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan.
Efisiensi usaha ternak dapat ditingkatkan melalui penyediaan pakan yang kontinu dari limbah perkebunan, mudah dan murah diperoleh. Dengan demikian, masalah limbah, baik dari ternak sapi maupun dari kebun/pabrik dapat teratasi.Pengembangan peternakan sapi terkendala oleh penyediaan pakan yang berkualitas, karena semakin terbatasnya lahan untuk penggembalaan dan untuk penanaman hijauan makanan ternak
B.  Saran
Dalam sistem tumpang sari kita harus memperhatikan tanaman yang cocok yang ditumpang sarikan karena kita mengharapkan hasil yang lebih, apibila tanaman yang ditumpang sarikan tidak cocok bukan lagi hasil yang tinggi tapi hasil yang nihil bisa bisa kita sapatkan






DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, B. 2005. Kopi. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius.    Yogyakarta.
Marzuki, R. 2007. Bertanam Kacang Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Matnawi, H. 2002. Budidaya Kopi Bawah Naungan. Kanisius. Yogyakarta.
Suprapto, HS. 2004. Bertanam Kacang Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Wahyudi, M, Ingan. 2005. Budidaya dan Pengolahan Gambir dan Kopi.   Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar